Ar-Razzaq
Yang Maha Pemberi Rezeki
Asma ke-17 dari 99
الرَّزَّاقُ
Ar-Razzaq
Yang Maha Pemberi Rezeki
- Dalam bahasa Arab
- الرَّزَّاقُ
- Transliterasi
- Ar-Razzaq
- Urutan dalam daftar
- Asma ke-17 dari 99
Ar-Razzaq dalam Al-Qur'an
Ayat di bawah memuat asma ini. Setiap rujukan diperiksa dengan teks Arab Al-Qur'an sebelum diterbitkan, sehingga Ar-Razzaq memang terdapat dalam ayat yang dirujuk.
إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلْقُوَّةِ ٱلْمَتِينُ
Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.
Surah Adh-Dhariyat 51:58Baca surah lengkap →
Seberapa kuat dasar daftar 99 asma Allah?
Keterangan bahwa Allah memiliki 99 asma terdapat dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, dan keduanya disepakati. Perincian khusus — daftar 99 asma ini — berasal dari riwayat Jami' at-Tirmidzi yang disebut gharib oleh at-Tirmidzi sendiri dan dinilai lemah oleh banyak ahli hadis; sebagian ulama berpendapat asma-asma tersebut disusun seorang perawi dengan menelusuri Al-Qur'an dan Sunnah. Ulama klasik seperti al-Khattabi, Ibn Hazm, al-Qurtubi, dan al-Ghazali menyusun daftar berbeda. Hal ini tidak mengubah kebenaran asma-asma Allah yang masing-masing memiliki dasar; artinya, susunan tepat 99 asma merupakan pengelompokan ulama, bukan daftar yang ditetapkan wahyu, dan asma Allah tidak terbatas pada jumlah itu.
Pertanyaan tentang Ar-Razzaq
Ar-Razzaq (الرَّزَّاقُ) bermakna “Yang Maha Pemberi Rezeki”. Seperti asma-asma Allah lainnya, asma ini menggambarkan sifat Allah, bukan sekadar sebutan — melalui asma-asma-Nya, Al-Qur'an mengajarkan siapa Allah.
Ya. Halaman ini mencantumkan 1 ayat yang memuat Ar-Razzaq; masing-masing telah diperiksa terhadap teks Arab sebelum diterbitkan.
Sebut “Ya” sebelum asma ini — “Ya Razzaq” — lalu mintalah sesuai makna sifat tersebut. Al-Qur'an memerintahkannya: “Hanya milik Allah nama-nama yang terbaik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu” (7:180).
Asma ini berada di urutan ke-17 dalam daftar yang masyhur. Urutannya berasal dari riwayat at-Tirmidzi dan merupakan susunan ulama, sehingga nomor dapat sedikit berbeda antara satu daftar cetak dan lainnya — asma-asmanya tetap sama.