Al-Fattah
Yang Maha Pembuka Rahmat
Asma ke-18 dari 99
الْفَتَّاحُ
Al-Fattah
Yang Maha Pembuka Rahmat
- Dalam bahasa Arab
- الْفَتَّاحُ
- Transliterasi
- Al-Fattah
- Urutan dalam daftar
- Asma ke-18 dari 99
Al-Fattah dalam Al-Qur'an
Ayat di bawah memuat asma ini. Setiap rujukan diperiksa dengan teks Arab Al-Qur'an sebelum diterbitkan, sehingga Al-Fattah memang terdapat dalam ayat yang dirujuk.
قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِٱلْحَقِّ وَهُوَ ٱلْفَتَّاحُ ٱلْعَلِيمُ
Katakanlah: "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dialah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui".
Surah Saba 34:26Baca surah lengkap →
Seberapa kuat dasar daftar 99 asma Allah?
Keterangan bahwa Allah memiliki 99 asma terdapat dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, dan keduanya disepakati. Perincian khusus — daftar 99 asma ini — berasal dari riwayat Jami' at-Tirmidzi yang disebut gharib oleh at-Tirmidzi sendiri dan dinilai lemah oleh banyak ahli hadis; sebagian ulama berpendapat asma-asma tersebut disusun seorang perawi dengan menelusuri Al-Qur'an dan Sunnah. Ulama klasik seperti al-Khattabi, Ibn Hazm, al-Qurtubi, dan al-Ghazali menyusun daftar berbeda. Hal ini tidak mengubah kebenaran asma-asma Allah yang masing-masing memiliki dasar; artinya, susunan tepat 99 asma merupakan pengelompokan ulama, bukan daftar yang ditetapkan wahyu, dan asma Allah tidak terbatas pada jumlah itu.
Pertanyaan tentang Al-Fattah
Al-Fattah (الْفَتَّاحُ) bermakna “Yang Maha Pembuka Rahmat”. Seperti asma-asma Allah lainnya, asma ini menggambarkan sifat Allah, bukan sekadar sebutan — melalui asma-asma-Nya, Al-Qur'an mengajarkan siapa Allah.
Ya. Halaman ini mencantumkan 1 ayat yang memuat Al-Fattah; masing-masing telah diperiksa terhadap teks Arab sebelum diterbitkan.
Sebut “Ya” sebelum asma ini — “Ya Fattah” — lalu mintalah sesuai makna sifat tersebut. Al-Qur'an memerintahkannya: “Hanya milik Allah nama-nama yang terbaik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu” (7:180).
Asma ini berada di urutan ke-18 dalam daftar yang masyhur. Urutannya berasal dari riwayat at-Tirmidzi dan merupakan susunan ulama, sehingga nomor dapat sedikit berbeda antara satu daftar cetak dan lainnya — asma-asmanya tetap sama.