Al-Muntaqim
Yang Maha Penuntut Balas
Asma ke-81 dari 99
الْمُنْتَقِمُ
Al-Muntaqim
Yang Maha Penuntut Balas
- Dalam bahasa Arab
- الْمُنْتَقِمُ
- Transliterasi
- Al-Muntaqim
- Urutan dalam daftar
- Asma ke-81 dari 99
Asal asma Al-Muntaqim
Al-Muntaqim tidak muncul dalam Al-Qur'an sebagai asma yang berdiri sendiri. Asma ini masuk ke dalam daftar 99 asma yang masyhur melalui riwayat at-Tirmidzi. Maknanya ditegaskan Al-Qur'an dengan kata lain — melalui kata kerja dan bentuk terkait, bukan asma itu sendiri. Para ulama menerima asma-asma seperti ini berdasarkan landasan tersebut; halaman ini menjelaskan perbedaannya secara terbuka.
Seberapa kuat dasar daftar 99 asma Allah?
Keterangan bahwa Allah memiliki 99 asma terdapat dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, dan keduanya disepakati. Perincian khusus — daftar 99 asma ini — berasal dari riwayat Jami' at-Tirmidzi yang disebut gharib oleh at-Tirmidzi sendiri dan dinilai lemah oleh banyak ahli hadis; sebagian ulama berpendapat asma-asma tersebut disusun seorang perawi dengan menelusuri Al-Qur'an dan Sunnah. Ulama klasik seperti al-Khattabi, Ibn Hazm, al-Qurtubi, dan al-Ghazali menyusun daftar berbeda. Hal ini tidak mengubah kebenaran asma-asma Allah yang masing-masing memiliki dasar; artinya, susunan tepat 99 asma merupakan pengelompokan ulama, bukan daftar yang ditetapkan wahyu, dan asma Allah tidak terbatas pada jumlah itu.
Pertanyaan tentang Al-Muntaqim
Al-Muntaqim (الْمُنْتَقِمُ) bermakna “Yang Maha Penuntut Balas”. Seperti asma-asma Allah lainnya, asma ini menggambarkan sifat Allah, bukan sekadar sebutan — melalui asma-asma-Nya, Al-Qur'an mengajarkan siapa Allah.
Tidak sebagai asma yang berdiri sendiri. Al-Muntaqim masuk dalam daftar 99 asma melalui riwayat at-Tirmidzi, sementara maknanya ditegaskan dalam Al-Qur'an melalui kata kerja dan bentuk terkait. Halaman ini menyatakannya dengan jelas tanpa mengaitkan ayat yang tidak memuat asma tersebut.
Sebut “Ya” sebelum asma ini — “Ya Muntaqim” — lalu mintalah sesuai makna sifat tersebut. Al-Qur'an memerintahkannya: “Hanya milik Allah nama-nama yang terbaik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu” (7:180).
Asma ini berada di urutan ke-81 dalam daftar yang masyhur. Urutannya berasal dari riwayat at-Tirmidzi dan merupakan susunan ulama, sehingga nomor dapat sedikit berbeda antara satu daftar cetak dan lainnya — asma-asmanya tetap sama.