Lewati ke konten

Al-Matin

الْمَتِينُ

Yang Mahakokoh

Asma ke-54 dari 99

الْمَتِينُ

Al-Matin

Yang Mahakokoh

Dalam bahasa Arab
الْمَتِينُ
Transliterasi
Al-Matin
Urutan dalam daftar
Asma ke-54 dari 99
Al-Matin dalam Al-Qur'an

Al-Matin dalam Al-Qur'an

Ayat di bawah memuat asma ini. Setiap rujukan diperiksa dengan teks Arab Al-Qur'an sebelum diterbitkan, sehingga Al-Matin memang terdapat dalam ayat yang dirujuk.

  1. إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلْقُوَّةِ ٱلْمَتِينُ

    Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

    Surah Adh-Dhariyat 51:58Baca surah lengkap →
Tentang daftar Asma Allah

Seberapa kuat dasar daftar 99 asma Allah?

Keterangan bahwa Allah memiliki 99 asma terdapat dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, dan keduanya disepakati. Perincian khusus — daftar 99 asma ini — berasal dari riwayat Jami' at-Tirmidzi yang disebut gharib oleh at-Tirmidzi sendiri dan dinilai lemah oleh banyak ahli hadis; sebagian ulama berpendapat asma-asma tersebut disusun seorang perawi dengan menelusuri Al-Qur'an dan Sunnah. Ulama klasik seperti al-Khattabi, Ibn Hazm, al-Qurtubi, dan al-Ghazali menyusun daftar berbeda. Hal ini tidak mengubah kebenaran asma-asma Allah yang masing-masing memiliki dasar; artinya, susunan tepat 99 asma merupakan pengelompokan ulama, bukan daftar yang ditetapkan wahyu, dan asma Allah tidak terbatas pada jumlah itu.

Tentang asma ini

Pertanyaan tentang Al-Matin

Al-Matin (الْمَتِينُ) bermakna “Yang Mahakokoh”. Seperti asma-asma Allah lainnya, asma ini menggambarkan sifat Allah, bukan sekadar sebutan — melalui asma-asma-Nya, Al-Qur'an mengajarkan siapa Allah.

Ya. Halaman ini mencantumkan 1 ayat yang memuat Al-Matin; masing-masing telah diperiksa terhadap teks Arab sebelum diterbitkan.

Sebut “Ya” sebelum asma ini — “Ya Matin” — lalu mintalah sesuai makna sifat tersebut. Al-Qur'an memerintahkannya: “Hanya milik Allah nama-nama yang terbaik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu” (7:180).

Asma ini berada di urutan ke-54 dalam daftar yang masyhur. Urutannya berasal dari riwayat at-Tirmidzi dan merupakan susunan ulama, sehingga nomor dapat sedikit berbeda antara satu daftar cetak dan lainnya — asma-asmanya tetap sama.