Al-Jabbar
Yang Maha Perkasa
Asma ke-9 dari 99
الْجَبَّارُ
Al-Jabbar
Yang Maha Perkasa
- Dalam bahasa Arab
- الْجَبَّارُ
- Transliterasi
- Al-Jabbar
- Urutan dalam daftar
- Asma ke-9 dari 99
Al-Jabbar dalam Al-Qur'an
Ayat di bawah memuat asma ini. Setiap rujukan diperiksa dengan teks Arab Al-Qur'an sebelum diterbitkan, sehingga Al-Jabbar memang terdapat dalam ayat yang dirujuk.
هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلْمُؤْمِنُ ٱلْمُهَيْمِنُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْجَبَّارُ ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Surah Al-Hashr 59:23Baca surah lengkap →
Seberapa kuat dasar daftar 99 asma Allah?
Keterangan bahwa Allah memiliki 99 asma terdapat dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, dan keduanya disepakati. Perincian khusus — daftar 99 asma ini — berasal dari riwayat Jami' at-Tirmidzi yang disebut gharib oleh at-Tirmidzi sendiri dan dinilai lemah oleh banyak ahli hadis; sebagian ulama berpendapat asma-asma tersebut disusun seorang perawi dengan menelusuri Al-Qur'an dan Sunnah. Ulama klasik seperti al-Khattabi, Ibn Hazm, al-Qurtubi, dan al-Ghazali menyusun daftar berbeda. Hal ini tidak mengubah kebenaran asma-asma Allah yang masing-masing memiliki dasar; artinya, susunan tepat 99 asma merupakan pengelompokan ulama, bukan daftar yang ditetapkan wahyu, dan asma Allah tidak terbatas pada jumlah itu.
Pertanyaan tentang Al-Jabbar
Al-Jabbar (الْجَبَّارُ) bermakna “Yang Maha Perkasa”. Seperti asma-asma Allah lainnya, asma ini menggambarkan sifat Allah, bukan sekadar sebutan — melalui asma-asma-Nya, Al-Qur'an mengajarkan siapa Allah.
Ya. Halaman ini mencantumkan 1 ayat yang memuat Al-Jabbar; masing-masing telah diperiksa terhadap teks Arab sebelum diterbitkan.
Sebut “Ya” sebelum asma ini — “Ya Jabbar” — lalu mintalah sesuai makna sifat tersebut. Al-Qur'an memerintahkannya: “Hanya milik Allah nama-nama yang terbaik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu” (7:180).
Asma ini berada di urutan ke-9 dalam daftar yang masyhur. Urutannya berasal dari riwayat at-Tirmidzi dan merupakan susunan ulama, sehingga nomor dapat sedikit berbeda antara satu daftar cetak dan lainnya — asma-asmanya tetap sama.